Selasa, 29 November 2022

Menjaga Kesehatan Pada Mata

 30 November 2022

NURDINI LAYLIYAH.

Mata adalah alat indra padaa manusia yang memiliki peranan penting untuk melihat dan mengirimkan visual informasi ke otak, mata dapat berfungsi dengan baik jika dijaga kesehatannya dengan baik juga, menjaga kesehatan mata tidak hanya dengan cara memakan makanan bergizi dan sayur-sayuran tetapi juga dengan melakukan aktifitas yang membuat mata merasa tenang seperti membatasi penggunaan laptop/gadget terlalu lama menatap layar dapat mengakibatkan munculnya penyakit pada mata karena kelelahan. 


Faktor yang mempengaruhi gangguan kesehatan mata salah satunya karena menatap layar dalam waktu yang lama. Gangguan kesehatan mata menjadi salah satu penyebab mata tidak bisa berfungsi dengan baik. Ada beberapa faktor yang dipengaruhi karena timbulnya kelelahan pada mata, yaitu faktor lingkungan maupun faktor pekerja. Faktor pekerja dapat berupa kelainan refraksi mata, perilaku beresiko, usia, faktor genetik, dan lama saat kerja. Gangguan kesehatan mata atau kerusakan pada mata ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan dan dalam kasus yang paling parah bisa mengalami kebutaan. Dalam kasus kebutaan pada mata maupun keterbatasan penglihatan membuat pemahaman materi yang diajarkan menjadi sulit dimengerti. Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2014, prevalensi amblyopia (kelelahan pada mata) berkisar 40% sampai 90%. Selain itu, data internet used worldwide (2016), di seluruh dunia pada tahun 2013 jumlah penggunaan laptop sekitar 88%, 72% pada tahun 2014, 68% pada tahun 2015, dan 60% pada tahun 2016.

 


Kelelahan pada mata termasuk gejala dan tanda yang paling sering ditemui pada kesehatan mata, hal ini ditandai dengan gejala iritasi pada mata seperti konjungtivitis (peradangan pada konjungtiva) mata kemerahan dan menyebabkan mata berair, penglihatan ganda, penurunan daya akomodasi dan konvergensi, sakit kepala, ketajaman visual, sensitivitas, dan kecepatan yang dirasakan (Depkes RI, 1990). Menurut data World Health Organization (WHO), kejadian kelelahan mata atau presbiopi di seluruh dunia berkisar antara 75% hingga 90%. Survei Knowledge, Attitude, and Practices (KAP) dari dokter mata di India menunjukkan bahwa ketegangan mata dapat mencapai setinggi 97,8%.


Mahasiswa yang sering duduk di depan laptop juga mengeluhkan mata lelah dan mata kering. Mahasiswa mengeluh miopia (rabun jauh) dan sakit kepala dari penggunaan laptop secara terus-menerus. Pemantauan layar secara terus menerus juga dapat menyebabkan penglihatan kabur, sakit kepala, dan masalah kesehatan mata yang lainnya. Persepsi visual pada orang yang menderita stress berlebih tidak adanya efek pada bagian retina atau akomodasi mata, yang bisa mengakibatkan kelelahan syaraf pada mata. Gejala umum lainnya yang disebabkan oleh kelelahan pada mata yaitu pusing dan sakit pada area punggung. Penglihatan mata menjadi kabur saat menggunakan perangkat

seperti laptop/notebook, gadget dapat bermanifestasi menjadi rabun jauh, rabun dekat dan astigmatisme (Kurnia, 2009). Menurut Abdillah Luthfi, jarak ideal yang

sesuai dengan kriteria adalah 45 cm atau lebih. Adanya aturan yang bisa dilakukan seperti 20/20/20. Aturan ini mengharuskan kita untuk bekerja di depan komputer selama 20 menit, kemudian melihat objek sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik lalu mengalihkan pandangan dari layar (Sari dan Himayani, 2018).


Adapun gangguan pada mata yang dikenal dengan Katarak:

Katarak adalah suatu penyakit ketika lensa mata menjadi keruh dan berawan. Pada umumnya, katarak berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu. Namun, lama-kelamaan, katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat pengidap merasa seperti melihat jendela berkabut, sulit menyetir, membaca, serta melakukan aktivitas sehari-hari. Penyakit mata ini merupakan penyebab kebutaan utama di dunia yang dapat diobati. Akan tetapi Jika tidak segera diobati, katarak bisa menjadi “hyper-mature”, suatu kondisi yang membuatnya lebih sulit dihilangkan. Kondisi terburuk yang bisa terjadi yaitu kebutaan total.


Kesehatan mata perlu dijaga untuk meminimalisir risiko penyakit mata. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mata:

  • Rutin memeriksa mata, setidaknya enam bulan sekali ke Dokter Mata.
  • Mengonsumi makanan bergizi seimbang
  • Jangan terlalu lama menatap layar laptop/gadget
  • Rajin berolahraga
  • Ketahui faktor resiko penyakit mata
  • Lindungi mata. Kenakan kacamata hitam, bahkan di hari mendung untuk melindungi mata dari sinar UVA dan UVB. Kenakan kacamata pelindung yang tepat saat berolahraga atau saat mengerjakan pekerjaan yang berisiko.


Cara menjaga kesehatan mata juga dapat dilakukan dengan tidak mengabaikan berbagai masalah pada mata. Jika terasa seperti ada butiran pasir di mata, bilas dengan air bersih. Bila mata terasa gatal atau berubah merah, atasi dengan obat tetes mata atau kompres dingin. Segera periksakan ke dokter mata jika mengalami gejala-gejala di atas, atau ketika mata terasa sakit, bengkak, sensitif terhadap cahaya, bintik-bintik gelap mengambang ketika melihat, atau setiap kali tidak dapat melihat secara normal.


Adapun juga Pengobatan penyakit mata.


Pengobatan pada penyakit mata bisa berbeda-beda berdasarkan penyebabnya. Penyakit mata ringan dapat disembuhkan dengan obat tetes mata atau penggunaan kaca mata. Namun, jika penyakit mata seperti katarak sudah dalam kondisi parah perlu dilakukan perawatan laser hingga pembedahan.


Maka dari itu diperlukan kesadaran pada diri masing masing untuk menjaga kesehatan pada mata dan lakukan pemeriksaan mata minimal 6 bulan sekali Ke dokter mata agar bisa mengetahui permasalahan pada mata lebih awal sehingga dapt untuk diobati dan mencegah atau mengurangi resiko terjadi permasalahan pada mata.


Putri,K.A.,Reynanda,S.A & Raisa,R.R. (2021). Pengaruh pembelajaran daring terhadap kesehatan mata di masa pandemi. Jurnal komunitas kesehatan masyarakat.3(2).26-38.

Marfa,P.F.,Yulius, Y & Halim, B.(2019).Kampanye kesadaran diri pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini. Jurnal seni desain dan budaya.4(4).153-158.

Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Common Eye Diseases and Vision Problems.

Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2022. Common Eye Disorders and Diseases.